cool hit counter

PDM Kota Bandung - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Bandung
.: Home > Visi dan Misi

Homepage

Visi dan Misi




 

ARAH DAN KEBIJAKAN PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH

KOTA BANDUNG PERIODE 2010-2015

Menjadikan Muhammadiyah Sebagai Organisasi Gerakan Islam Yang Unggul

Menuju Terwujudnya Masyarakat Islam Yang Sebenar-benarnya di Kota Bandung

 

Pendahuluan

 

Muhammadiyah telah melewati abad pertama memasuki abad kedua senantiasa untuk terus menguatkan tekad dan langkah yang sungguh-sungguh dalam menjalankan gerakan dakwah dan tajdid yang bersifat pencerahan (tanwir).

Gerakan dakwah, tajdid, dan tanwir Muhammadiyah dimanifestasikan dalam bentuk amal usaha pendidikan, social, ekonomi, kesehatan untuk memberikan jawaban atas problem-problem kemanusiaan berupa kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan persoalan-persoalan lainnya yang bercorak struktural dan kultural bagi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan tersebarluaskannya Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (QS. Al Anbiya’ ayat 107) yang melahirkan peradaban utama.

Untuk itu ada dua sikap yang harus kita lakukan dalam menghadapi abad kedua Muhammadiyah dalam menjalankan roda persyarikatan Muhammadiyah. Pertama sikap kesyukuran, mensyukuri atas keberadaan organisasi yang kita cintai Muhammadiyah selama satu abad dalam melaksanakan misi dakwah, tajdid, dan tanwir dalam memajukan kehidupan umat dan bangsa menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya ditengah dinamika pasang surut persyarikatan, umat, dan bangsa. Keberhasilan perjuangan satu abad merupakan anugerah Allah SWT yang harus disyukuri dan menjadi modal ruhaniah paling berharga untuk melangkah ke depan dengan optimis. Kesyukuran itu disertai kesadaran memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahaannya, menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai dengan tujuan penganugerahaan.

Kedua, melakukan refleksi.  Dalam memasuki abad kedua Muhammadiyah banyak harapan dan tantangan yang dihadapi oleh Muhammadiyah termasuk agenda dan problematika internal dan eksternal dalam mewujudkan dakwah, tajdid, dan tanwir menuju peradaban utama, terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah di Kota Bandung dalam memasuki abad kedua tentunya dihadapkan dengan agenda dan problematika internal yang meliputi:

·       Etos gerakan dan semangat kebersamaan diantara para pimpinan, kader, dan anggota persyarikatan dalam membangun Muhammadiyah Kota Bandung.

·       Pemantapan mekanisme kerja organisasi, upaya memantapkan pola kerja organisasi yang lebih optimal, efektif dan efesien yang mendukung seluruh aktifitas persyarikatan.

·       Konsolidasi organisasi, inventarisasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan peryarikatan, baik ditingkat daerah maupun cabang dan ranting, sehingga diperoleh data dan potensi persyarikatan.

·       Optimalisasi keberadaan organisasi, upaya pembinaan dan pengembangan aktifitas organisasi yang diarahkan pada operasionalisasi peran Muhammadiyah di lingkungan umat dan bangsa.

·       Komunikasi organisasi, upaya penciptaan jaringan komunikasi dan informasi untuk meningkatkan wawasan dan pembinaan internal serta mendukung pengembangan peran eksternal.

·       Penataan dan pengembangan amal usaha, upaya meningkatkan kualitas  pengelolaan  amal usaha supaya dapat memberikan kepuasan kepada semua pihak yang berkepentingan (stakeholder). 

·       Penguatan  jaringan  kerja, menjalin komunikasi dan kerjasama dengan lembaga eksekutif, legislative, ormas, LSM, dan lembaga lainnya.

·       Pengembangan kuantitas maupun kualitas kader dan anggota Muhammadiyah.

Sedangkan agenda dan problematika eksternal yang dihadapi oleh Muhammadiyah  berkaitan dengan kondisi umat dan bangsa yang masih berada dalam kondisi keterpurukan dalam segala aspek kehidupan, baik bidang agama, ekonomi, sosial, hukum, dan politik.

·      Dalam bidang agama bagaimana hari ini kita dihadapkan dengan fenomena Ahmadiyah, kita diuji untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dengan adanya fenomena pengrusakan tempat ibadah agama lain disamping itu kita juga dihadapkan dengan wajah Islam yang terorisme, radikal dan anarkis.

·      Kondisi ekonomi kita masih lemah hal ini dapat kita lihat dari daya beli masyarakat masih rendah, harga kebutuhan pokok semakin tinggi, sector ril belum berjalan optimal, lapangan kerja terbatas dan kesulitan mendapatkan modal usaha.

·      Kondisi social masyarakat kita masih belum sejahtera, masih banyak masyarakat belum mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan sembako, pendidikan dan kesehatan, sehingga akan menimbulkan gejala social ketika kondisi ini terus dibiarkan.

·      Penegakkan hukum masih belum optimal, adanya kasus mafia hukum dan mafia peradilan merupakan salah satu fenomena hukum di kita.

·      Kondisi politik kita masih belum stabil masih dalam masa transisi menuju demokrasi, krisis kepercayaan terhadap lembaga legislative, eksekutif, dan yudikatif, pemilihan legislative dan eksekutif yang dilaksanakan secara langsung ternyata masih dihadapkan dengan permasalahan, partai politik yang banyak, regulasi politik yang sering berubah-rubah sehingga masyarakat menjadi apriori terhadap kondisi politik hari ini.

Kondisi internal dan eksternal tersebut  tentunya menjadi tantangan bagi Muhammadiyah Kota Bandung dalam menjalankan gerakan dakwah, tajdid, dan tanwir.

Untuk itu perlu menentukan agenda dalam menjalankan roda pernyarikatan Muhammadiyah. Agenda kita menyongsong abad kedua adalah melakukan revitalisasi gerakan untuk meningkatkan kualitas dan keunggulan gerakan menuju pencerahan masyarakat melalui lima aspek, yaitu:

1.    Penataan dan peningkatan sistem gerakan.

2.    Penataan dan peningkatan organisasi dan kepemimpinan.

3.    Penataan dan peningkatan jaringan.

4.    Penataan dan peningkatan sumberdaya.

5.    Penataan dan peningkatan aksi dan pelayanan

Revitalisasi pada kelima aspek tersebut  tentunya dapat berjalan melalui dukungan, kerjasama dan kebersamaan dalam berpikir (ijma al-ru'yah), kebersamaan dalam kehendak (ijma al-iradah) menuju perbaikan dan peningkatan dan kebersamaan dalam bertindak (ijma al-amal) diantara para pimpinan, kader, dan anggota persyarikatan sebagai respon positif terhadap hasil-hasil musyawarah.

Meningkatkan etos gerakan para pimpinan, kader, dan anggota persyarikatan meliputi etos kesahlihan, etos kemajuan, dan etos amaliah. Menanamkan dan melaksanakan prilaku yang membuahkan kemaslahatan bersama melalui keteladanan dan kepeloporan di kalangan pimpinan, kader, dan anggota persyarikatan. Menanamkan dan melaksanakan etos berpikir kritis, maju dalam pemikiran dan amal, tidak jumud apalagi taklid. Menanamkan dan melaksanakan etos profesionalisme ikhlas dalam menjalankan amal usaha, program, dan kegiatan persyarikatan.

Membangun kultur organisasi yang kuat dengan menjadikan Muhammadiyah sebagai tempat beribadah (worship), pusat berkumpul dan berbagi manfaat (wealth), dan medan pertempuran (warfare) dalam melaksanakan dakwah amar makruf nahi munkar.

Berdasarkan pemaparan tersebut diatas, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung mencoba untuk menyusun arah dan kebijakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung  Periode 2010-2015 sebagai acuan dalam menjalankan program.

Landasan

 

·      Anggaran Dasar Muhammadiyah

·      Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah

·      Keputusan Musyawarah Daerah Muhammadiyah Kota Bandung

Visi Ideal Muhammadiyah

 

Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Misi Ideal Muhammadiyah

 

1.    Menegakkan Tauhid yang murni berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.

2.    Menyebarluaskan dan memajukan Ajaran Islam yang bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah yang shahihah/maqbulah.

3.    Mewujudkan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Visi Muhammadiyah 2015

 

Menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang utama serta terciptanya kondisi dan faktor-faktor pendukung bagi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya

Misi Muhammadiyah 2015

 

1.    Terciptanya perkembangan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkualitas utama (unggul) di bandingkan gerakan-gerakan keagamaan lain dalam melaksanakan misi dakwah dan tajdid yang ditunjukkan oleh keunggulan pelaku gerakan, sistem gerakan, organisasi dan kepemimpinan, jaringan, infrastruktur, amal usaha, dan aksi gerakan sebagai faktor penting dan strategis bagi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta peran Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan percaturan global.

2.    Terlaksananya ajaran Islam dan tumbuhnya kesadaran masyarakat yang lebih luas akan keutamaan kehidupan Islami, yang menjamin terciptanya tatanan kehidupan (sistem sosial) yang lebih baik/unggul (utama) di segala bidang kehidupan sebagai wujud kehadiran Islam yang bersisifat rahmatan lil’’alamin dan membawa keutamaan hidup umat manusia meraih keselamatan/kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat (khasanah fiddun-ya wa a- akhirah).

3.    Tumbuhkembangnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang semakin berkualitas (utama) yang tercermin dengan meningkatnya kehidupan keagamaan, moralitas, intelektualitas, dan kapasitas sosial masyarakat; serta mendorong berkembangnya fungsi-fungsi kekuatan sosial dan kelembagaan-kelembagaan pemerintahan yang menjamin terwujudnya kehidupan bangsa dan negara yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat di bawah naungan ridha Alah SWT (baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur).

4.    Berkembangnya tatanan kehidupan global yang adil, damai, dan bermartabat serta semakin proporsional peran dan tanggungjawab umat Islam (dunia Islam) di antara komunitas dunia yang lain sebagai perwujudan kehadiran Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin dalam dinamika peradaban dunia.

Visi Muhammadiyah Kota Bandung 2015

 

Menjadikan Muhammadiyah Sebagai Organisasi Gerakan Islam Yang Unggul Menuju Terwujudnya Masyarakat Islam Yang Sebenar-benarnya di Kota Bandung

Misi Muhammadiyah Kota Bandung 2015

 

1.    Terciptanya  penataan dan peningkatan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang unggul di bandingkan gerakan-gerakan keagamaan lain dalam melaksanakan misi dakwah dan tajdid

2.    Terciptanya  penataan dan peningkatan keunggulan pelaku gerakan, sistem gerakan, organisasi dan kepemimpinan, jaringan, infrastruktur, amal usaha, dan aksi gerakan.

3.    Terciptanya penataan dan peningkatan peran Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan umat, dan bangsa.

 

Arah dan Kebijakan Muhammadiyah Kota Bandung 2015

 

Arah dan kebijakan Muhammadiyah 2015 terbagi dalam dua tahap:

1.    Tahap pertama (2010-2013) revitalisasi gerakan.

Revitalisasi sistem dan jaringan organisasi, tertatanya manajemen organisasi dan jaringan, agar mampu dan efektif untuk menjadi gerakan Islam yang maju, profesional, dan modern, serta untuk meletakkan landasan yang kokoh bagi peningkatan kualitas persyarikatan dan amal usaha.

2.    Tahap kedua (2013-2015) peningkatan gerakan

Peningkatan sistem dan jaringan organisasi, meningkatnya konsolidasi gerakan dan mantapnya manajemen organisasi diseluruh jenjang dan jenis kepemimpinan, serta untuk memobilisasi sumberdaya yang dimiliki Muhammadiyah bagi peningkatan kualitas da’wah yang dilakukan oleh persyarikatan dan amal usaha.

Strategi Muhammadiyah Kota Bandung

 

Dalam rangka mendukung terlaksananya visi, misi dan arah kebijakan Muhammadiyah 2015 dikembangkan strtaegi  meliputi:

1.    Penataan dan peningkatan sistem gerakan: terlaksananya nilai-nilai Islami, tersosialisasikannya dan terlaksananya etos gerakan yang dilandasi keikhlasan dan komitmen, tersosialisasikannya dan terlaksananya ideologi, visi dan konsep gerakan.

2.    Penataan dan peningkatan organisasi dan kepemimpinan: manajemen organisasi yang efektif, kepemimpinan kolektif, kolegial dan transformative, terevitalisasinya organisasi dan kepemimpinan di tingkat Daerah, Cabang dan Ranting, tertatanya peran dan fungsi ortom.

3.    Penataan dan peningkatan jaringan: model peran dan jaringan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan, tertatanya jaringan yang kokoh di akar rumput sebagai basis gerakan, tertatanya jaringan amal usaha, dan tertatanya pola hubungan dan kerjasama dengan stakeholder.

4.    Penataan dan peningkatan sumberdaya: terciptanya pola pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan anggota sebagai subyek gerakan, terbentuknya sistem kaderisasi dan regenerasi, meningkatnya jumlah simpatisan, optimalisasi pengelolaan sumber-sumber persyarikatan, terbangunnya infrastruktur informasi komunikasi.

5.    Penataan dan peningkatan aksi dan pelayanan: kesadaran pelayanan publik sebagai wahana dakwah menuju Islamic civil society, standar pelayanan publik/amal usaha, sistem advokasi kebijakan publik,  amal usaha kegiatan secara terintegrasi.

Penutup

 

Demikian arah dan kebijakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung Periode 2010-2015 dibuat sebagai acuan untuk melaksanakan program, kegiatan, dan gerakan Muhammadiyah Kota Bandung. Teriring doa semoga upaya, harapan, dan keinginan ini dapat berjalan sukses dan berkontribusi positif bagi dakwah Islam untuk mewujudkan Islam Rahmatan lil alamin. 

Nashrun Minallah Wafathun Qarib

Bandung,  Juli 2011 M/ Sya’ban 1432 H

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung

                                            Ketua,                                                                        Sekretaris,

 

 

 

                    Rifqi Ali Mubarok, S.Ag., M.Si                                          H. M. Iqbal Abdul Karim

                                  NBM. 907 067                                                                 NBM. 700 541

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website